KUMPULAN PUISI TERBAIK MEMOTIVASI
OLEH : YULLYA ANGGRAINI
@PENULISCILIK1
1. AKU CERMIN DAN BAYANGAN
AKU CERMIN DAN BAYANGAN
Ia cermin yang digenggam si gadis kecil
Pergi kesana kemari dengan polosnya
Ia cermin yang teramat dicintai
Kemana ia pergi cermin ikut dengannya
Si gadis kecil dengan cermin harapannya
Cermin masa lalu
Aku rangkai engkau kembali hingga terlihat bayangku lagi
Betapa setianya engkau temani usiaku
Engkau yang ada pada diriku di saat semua jiwa enggan menyapaku
Disaat semua mulut bekerja mengataiku
Disaat sepasang mata senang memataiku
Semua senang mencari titik terlengahku terlemahku
Engkau cermin berteman rindu masa lalu
Engkau bayangan kisah yang takkan semu
Engkau adalah citaku dan aku mencintaimu
Engkau adalah aku
Dan aku adalah dirimu
Aku menatpmu kau menatapku
Engkau cermin cerminan diriku
Cerminan diriku
2. BHINEKA TUNGGAL IKA
BHINEKA TUNGGAL IKA
Beragam
Kata yang amat luas maknanya
Sama luasnya dengan hamparan laut negri ini
Bangsa yang besar
Besar akan ragam,ras dan budaya
Saat ini aku di batavia
Kota metropolitan yang diselimuti gedung perkantoran
Semburat pagi menembus celah-celah langit
Bertanda hiruk pikuk ibu kota
Monas menjadi cirikhasnya
Jauh di kehidupan yang lebih sederhana
Betawi menjadi budaya yang tak lekang masa
Ondel-ondel dan si pitung masih kami kenal sampai kini
Kali ini aku di sumatera
Negri yang masih erat dengan adat
Di sumatera barat
Rumah adat atap nan lonjong sambilan jurai
Menjadi bukti bahwa adat masih kuat
Pariaman
Upacara tabuik menjadi suasana yang tak terlewatkan
Esoknya aku di kalimantan
Pulau yang amat dekat dengan batasan malaysia
Jauh dari pusat kota namun tetap kenal pancasila
Dipenuhi hutan hijau menjadi paru-paru dunia
Kali keduanya aku di sulawesi
Masih menjadi negri nan luas dan lekat akan adatnya
Dan terakhir aku di papua
Pakaian yang amat unik kebanggaannya
Keberagamannya menjadikan kami satu
Karena kami Bhineka Tunggal Ika
3. NUSANTARA
NUSANTARA
Ini negri kami
Hamparan biru membentang luas
Menggenangi sepertiga daratan bumi
Dikelilingi lembah hijau nan rimbun
Tinggi menjulang beragam gunung
Ribuan pulau mengapitnya
Diantara dua benua ia berlindung
Australia dan Asia
Dipecah hantaman ombak samudra pasifik
Fauna yang beragam menjadi daya tarik
Lautnya tak berbatas langit
Terlihat amat indah ketika diintip senja
Langit nan biru kini berganti siluet jingga
Di ufuk barat pantai
Ia malu-malu untuk pergi
Keindahan yang mengantarkan rindu
Nusantara senja
Malamnya bagaikan negri kunang-kunang
Dari bukit seperti kerlap-kerlip nan indah
Sejauh mata memandang
Takkan ingin rasanya memalingkan apalagi meninggalkan
Kami penikmat Nusantara
4. KEKAL DIRIKU MATI JASADKU
Kekal diriku walau mati jasadku
Jauh ku melangkah
Mengitari lingkar bumi
Pohon yang dulunya menyapa rindang bergoyang
Berubah gugur tinggal sebatang
Pemukiman yang dulunya berbalut kayu
kini menjadi bangunan kokoh bebatuan
Disudut keramaian bersahabat sendu dan rindu
Disela hidup tak elak bermain bahagia dan kecewa
Semua membuat lupa membuat luka
Ketika masa-masa sulit itu mengetukku
Aku terpuruk seakan dikutuk waktu
Namun senja menyapaku bahwa diri ini tak abadi
Bahwa waktu bertemu henti ia mati
Tanpa pamit dan salami ia pergi
Hingga tanah berteman sepi membalut diri
Ku titipkan pusaka pada sang sajak
Ilmu dan perjalanan diri berukir tinta hitam
Tertumpah dalam lembaran putih menasehati
Menyentuh yang jauh membimbing yang mengeluh
Dimiliki setiap insan dan zaman
Ia pusakaku yang abadi
Ia diriku yang tertulis
5. SAJADAHKU
SAJADAHKU
Jauh aku melangkah
Mengitari lingkar bumi
Hari demi hari berganti tanpa henti
Waktu demi waktu tak berujung
Aktifitas bahkan menjadi rutinitas
Semua mengikat semu memelukku erat
Disudut keramaian aku merasa dalam sendu dan rindu
Disela-sela hidup juga ku temui kemenangan
Semua membuat lupa membuat luka
Ketika masa-masa sulit itu datang
Aku terpuruk seakan dikutuk waktu
Yang dulunya kawan sekarang malah menjadi lawan
Lupa akan janji-janji persahabatan
Kini tinggalah malam berselimutkan redup
Ku tatap alas nan kini diselimuti debu
Tempatku dulu membenamkan wajah tanpa malu
Tempat bersandar nan teramat nyaman
Semakin lama bahkan semakin damai
Membuatku mengeluarkan rahasiaku tanpa takut ada yang tahu
Tanpa takut diketahui selain pemilik hati
Betapa romantisnya dirimu
Di sepertiga malam malah banyak yang nekat berdua denganmu
Semua mencurahkan kelabu kehidupan
Bahkan disana awal mula hidayah tak tertahankan itu datang
Engkau sajadah berdebu masa lalu
6. SUMAYYAH AKHIR ZAMAN
SUMAYYAH AKHIR ZAMAN
Kaulah jiwa yang lembut dan tulus
Hatimu bagaikan sutra nan hangat
Berselimutkan hijab teduh wajahmu
Bergerai indah
Diterpa angin menari riang
Diantara terik dan senja engkau berlindung
Tak mau melihat dan dilihat
Mengingatnya saja menggetarkan iman
Takut akan dosa dan murka sang Maha Cipta
Jauh dibelahan bumi sana
Hari-hari yang seharusnya dihiasi mentari
Diwarnai kelabu kehidupan
Kini bagaikan deburan ombak yang menghancurkan
Terurai bagaikan tetesan air yang mengikis hingga habis
Dahulu Kanaan sekarang Palestina namanya
Negeri yang amat dicintai
Negeri yang amat dilindungi
Tak sedikitpun ingin melepas meninggalkan
Harta jiwa raga bahkan nyawa,harga mati
Tidak ! mereka tak pongah
Tak ada harta dunia yang menjadi tebusan
Karena merekalah sebaik-baik perhiasan dunia akhirat
Namun diatas segalanya ada yang lebih mulia
Niat mereka, niat yang selalu lillah
Karena mereka tak pernah lelah
Mereka tau mereka fi sabilillah
Mereka ialah wanita
Wanita yang hatinya lembut kini bagaikan baja
Wanita yang jiwanya bagaikan sumayyah
Wanita yang dalam rahimnya lahir para mujahid yang rela mati syahid
Bagi mereka mallnya adalah medan jihad
Dan tujuan wisatanya ialah akhirat
Mereka didik anaknya untuk menapak tangga jihad
Memikirkan apa yang bisa dijuangkan ditanah Al Quds
Semuanya mereka sertakan dan relakan
Mereka bidadari-bidadari surga dunia
Walau dari lingkar bumi nan jauh
Mereka tak sendiri berdiri menghadapi
Darimana dan siapa bersaudara
Satu terluka
Semua merasa
Satu yang diserang
Semua ikut berjuang
Untuk tegaknya kata bangkit
Untuk tegaknya kata tauhid
Karena
Inilah awal zaman
Inilah akhir zaman

Tidak ada komentar:
Posting Komentar